MENGENAL KATA "SHAME"


> Cerita davido


MENGENAL KATA "SHAME"

Kata Shame ini sangat asing bagi kehidupanku atau yang sudah mengenal bahasa inggris dan sering melihat banyaknya orang bule atau orang barat,luar negeri jarang menampilkan kata ini di media sosial ataupun video tiktok atau Youtube pada awal awal belum adanya "perang" Hamas dengan Israel pada 07 oktober 2023.

TAHU KATA "SHAME" PERTAMA KALI DARI PENDUKUNG PALESTINA

Sejak aku menyukai Negara Israel,muncul banyak demonstran atau pro palestina yang berkata "Shame on You ! " bahkan ketika aku berkomentar di sebuah video yang berbau perang Hamas dengan Israel ada salah seorang yang mau mengajak aku tersinggung dengan mengatakan padaku "Shame on You !" dan membuatku bingung dan udah saja masa bodo apa itu Shame....

SHAME TERNYATA KATA "MEMALUKAN"

tak menyangka beberapa bulan yang lalu aku mulai coba coba ketik Shame dalam Google translate ternyata kata "Shame" itu adalah "memalukan" sungguh unik !

padahal orang yang jarang menggunakan bahasa inggris sehari hari saja seperti Jepang pada umumnya mereka menyebutkan kata "memalukan" suka memakai "embarrassing" dan sejak lama tak pernah ada kata "Shame" 

ARTINYA ?

Kemungkinan kata "Shame" mulai viral atau di gunakan saat manusia bodoh saat ini menggunakannya saat ada peperangan atau kesal dengan diri mereka sendiri karena suaranya tak di tanggapi sesuatu misalnya pemerintahan...

APA KATA CHATGPT ?

Perintah :

Aku akhir akhir ini mulai sering mendengarkan kata "shame" dan aku sangat bingung sendiri karena ini terjadi saat ada perang hamas dengan israel yang sering di ucapkan pro palestina "shame on you !" padahal awalnya orang yang mengerti bahasa inggris atau yang tak umum bahasa inggris saja misalnya di jepang "memalukan" itu di pakai "embarrassing" lalu sebenarnya ada apa ? ketama "shame" baru muncul sekarang ?

chatgpt :

Pertanyaanmu menarik sekali. Sebenarnya, **kata "shame" bukanlah kata baru**. Kata itu sudah ada dalam bahasa Inggris selama ratusan tahun. Yang berubah adalah **cara penggunaannya di internet dan dalam demonstrasi**, sehingga akhir-akhir ini terdengar jauh lebih sering.

Perbedaannya begini:

* **Embarrassing / embarrassed** → berkaitan dengan **rasa malu karena diri sendiri**.

  * *I was embarrassed because I forgot my wallet.* (Aku malu karena lupa dompet.)
  * *That's embarrassing.* (Itu memalukan.)

* **Shame** → lebih berkaitan dengan **celaan moral, aib, atau rasa malu karena suatu tindakan dianggap salah**.

  * *It's a shame.* = Sayang sekali / sangat disayangkan.
  * *What a shame!* = Sayang sekali!
  * *Shame on you!* = Malu dong! / Memalukan! / Seharusnya kamu malu atas perbuatanmu.

Jadi, **"Shame on you!" bukan sekadar "kamu memalukan"**, tetapi lebih kuat. Kalimat itu berarti:

> *"Seharusnya kamu merasa malu atas apa yang kamu lakukan."*

Itulah sebabnya ungkapan ini sering dipakai dalam protes.

Misalnya dalam demonstrasi:

* "Shame on you!"
* "Shame! Shame! Shame!"

Artinya para demonstran sedang **mengecam secara moral** pihak yang mereka anggap bersalah.

### Kenapa sekarang jadi sering terdengar?

Ada beberapa alasan:

1. **Media sosial** seperti X, TikTok, YouTube, dan Instagram membuat slogan demonstrasi cepat menyebar ke seluruh dunia.
2. Dalam berbagai aksi protes beberapa tahun terakhir—baik mengenai konflik Israel–Hamas, perang Ukraina, perubahan iklim, maupun isu politik—orang-orang berbahasa Inggris sering meneriakkan **"Shame on you!"** karena kalimatnya singkat, kuat, dan mudah dipahami.
3. Banyak orang non-Inggris ikut memakai ungkapan itu apa adanya, tanpa diterjemahkan, sehingga terdengar lebih sering bahkan di negara yang bukan berbahasa Inggris.

### Lalu kenapa orang Jepang sering memakai "embarrassing"?

Karena konteksnya berbeda.

Di internet Jepang, kata seperti:

* 恥ずかしい (*hazukashii*) = malu
* ダサい (*dasai*) = norak
* 恥 (*haji*) = aib

sering diterjemahkan ke bahasa Inggris sebagai **"embarrassing"** ketika membicarakan tingkah laku seseorang yang dianggap memalukan atau membuat malu.

Sedangkan dalam budaya protes di negara-negara berbahasa Inggris, orang lebih memilih **"Shame on you!"** karena nuansanya adalah **kecaman moral**, bukan sekadar mengatakan seseorang terlihat memalukan.

Jadi bukan karena kata **"shame"** baru muncul. Kata itu sudah sangat tua dalam bahasa Inggris. Yang berubah adalah **popularitasnya**. Sejak era media sosial dan banyaknya demonstrasi yang disiarkan langsung ke seluruh dunia, terutama sejak sekitar tahun 2020-an, ungkapan **"Shame on you!"** menjadi jauh lebih sering terdengar sehingga banyak orang—termasuk di Indonesia dan Jepang—baru menyadarinya sekarang.

OHH BEGITU RUPANYA....


berarti benar... sejak ada kepusingan rakyat dunia dengan berbagai macam yang membuat mereka tak bersyukur Tuhan masih kasih Anugrah dan berkat setiap harinya.

Komentar

POPULAR POSTS